Home / Berita Umum / 3 Mahasiswa Ini Temukan Solusi Limbah Tekstil Aman Dibuang

3 Mahasiswa Ini Temukan Solusi Limbah Tekstil Aman Dibuang

3 Mahasiswa Ini Temukan Solusi Limbah Tekstil Aman Dibuang – Sampah industri tekstil yg beresiko untuk manusia serta lingkungan menggerakkan mahasiswa Institut Technologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya buat berexperimen. Mereka temukan jalan keluar dengan memanfaatkan Zeolitic Imidazolate Frameworks-8 (ZIF-8) jadi penyerap sampah.

Team yg terdiri atas tiga mahasiswi Departemen Kimia ITS ini kerjakan analisa pada sampah metilen biru supaya aman waktu dibuang bebas ke perairan. Metilen biru adalah tipe zat pewarna yg banyak dimanfaatkan didalam industri tekstil. Dalam pewarnaan, cuma lima prosen saja zat warna itu yang bisa terikat, hingga 95 prosen bekasnya terbuang jadi sampah.

Berkaca dari itu, Hannis Nur Rohma, Risma Cindy Avista, serta Dewi Kurnia terdorong buat memproses sampah metilen biru yg ramai dimanfaatkan ini. Ketua team yg akrab dipanggil Hannis menyampaikan, sampah zat warna biru yg dibuang bebas di
perairan punyai karakter nonbiodegradable, adalah tidak bisa di uraikan dengan cara alami. Tidak hanya itu, sampah itu bisa juga membuat problem ekosistem jikalau dibuang dengan cara langsung.

” Sampah ini berwujud karsinogenik hingga bisa mengundang penyakit seperti kanker, ” jelas Hannis dalam tayangan pers lewat Humas ITS Surabaya, Kamis (9/8/2018).

Supaya bisa kurangi akibat beresiko dari sampah itu, ia serta ke-2 temannya memanfaatkan absorben ZIF-8 dengan sistim absorpsi (suatu proses penyerapan zat). ” ZIF-8 adalah material kristalin yg terjadi dari ion logam tetrahedral seperti Seng (Zn) yg dijembatani oleh ligan imidazolat ((seperti bubuk kimia), ” bebernya.

Ia menuturkan, ZIF-8 banyak dimanfaatkan jadi absorben sebab punyai prosen efisiensi yg cukuplah tinggi buat menyerap senyawa organik beresiko seperti zat warna. Hannis memaparkan, dalam penelitiannya kesempatan ini, ia memberi tambahan logam Kobalt (Co) dalam material ZIF-8 punya dia.

” Kobalt ini menukar logam Seng dalam material ZIF-8 sebab kobalt serta seng datang dari periode (dalam tabel periodik kimia, red) yg sama, tapi punyai jari-jari yg semakin besar, ” urai Hannis lagi.

Berdasarkan teori itu, ia mengutarakan kalau kobalt ini tambah lebih reaktif dibanding seng sebab ikatannya gampang putus. Dengan begitu, ia menilainya, efisiensi ZIF-8 dengan menambahkan kobalt akan makin lebih tinggi, kalau dibanding dengan ZIF-8 umumnya. Mahasiswi tingkat akhir ini mengharap, analisa yang disebut dari hasil Program Kreatifitas Mahasiswa Analisa Eksakta (PKM-PE) ini bisa jadi surat keterangan buat menanggulangi kasus sampah cair di industri.

About admin