Home / Berita Umum / Banyak Modus Atas Pembayaran THR Dari Perusahaan

Banyak Modus Atas Pembayaran THR Dari Perusahaan

Banyak Modus Atas Pembayaran THR Dari Perusahaan – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyingkap beberapa modus perusahaan yg hindari pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) sesuai sama keputusan. Modus pelanggaran ini diklaim berlangsung saat beberapa tahun.

Sekretaris Jenderal KSPI Ramidi mengatakan modus pertama yg dimanfaatkan perusahaan buat hindari pembayaran THR merupakan tak perpanjang kontrak pekerja yg habis sebelum masuk Ramadan. Praktek ini, lanjut Ramidi, kebanyakan dimanfaatkan di industri garmen ataupun industri padat karya lain.

” Masuk Bulan Ramadan, kawan-kawan yg kerja dengan status kontrak kebanyakan di-cut dahulu. Seusai lebaran baru diangkat atau dipekerjakan kembali, ” kata Ramidi dalam pertemuan wartawan di kantor KSPI, Senin (27/5) .

Modus ke dua, pembayaran THR berniat dikasihkan menjelang saat hari libur Lebaran atau bahkan juga ada yg dibayarkan seusai Lebaran. Walaupun sebenarnya, pembayaran THR udah dirapikan paling terlambat H-7 Lebaran. Karena itu, pekerja yg mau menyampaikan pelanggaran tak miliki waktu atau kehilangan kesempatan baik.

” Untuk pekerja yg tinggal jauh-jauh, mereka kebanyakan pulang kampung yg butuh bekas waktu 1 minggu sampai 5 hari sebelum Lebaran namun pembayaran (THR) berniat dikasihkan empat sampai 3 hari (sebelum Lebaran) , ” pungkasnya.

Menurut Ramidi, pelanggaran senantiasa berulang kali dikarenakan oleh dua hal terpenting. Pertama, ada ketakutan dari pekerja terpenting dari pekerja yg punya sifat kontrak sebagai arah perusahaan.

Ke dua, pekerja tak punyai waktu yg cukup buat melapor. Mengingat keputusan paling lamban pembayaran THR) dilaksanakan H-7 sebelum lebaran, pekerja ada yg lebih dahulu pulang kampung walaupun THR belum turun. Seusai THR dibayarkan, walaupun terlambat, kebanyakan pekerja menentukan diam lantaran udah kehilangan kesempatan baik Lebaran.

KSPI udah memohon anggotanya buat membuat posko pengaduan THR yg menyebar di semuanya Indonesia. Posko ini dibikin buat memfasilitasi pengaduan pekerja atas pelanggaran yg dilaksanakan perusahaan tempatnya kerja.

Pada tempat yg sama, Ketua Harian KSPI Muhammad Rusdi memohon pemerintah bertindak tegas perusahaan yg melanggar keputusan pembayaran THR, lebih permasalahan THR adalah permasalahan classic yg berlangsung tiap-tiap tahun.

Dia memperingatkan pemberian THR adalah hak pekerja yg udah dirapikan serta ditanggung dalam Ketetapan Pemerintah Nomer 78 Tahun 2015 terkait Penggajian serta Ketetapan Menteri Ketenagakerjaan Nomer 6 Tahun 2016 terkait Tunjangan Hari Raya Keagamaan Untuk Pekerja/Buruh di Perusahaan.

” Kami mengharapkan, Pemerintah dapat lakukan tindakan tegas tidak hanya bikin Posko (Pengaduan THR) namun reaktif mengerjakan (pengaduan) , berikan sangsi yg tegas perusahaan-perusahan yg melanggar dengan tak membayar THR pada buruhnya, ” pungkasnya.

Rusdi pun memperingatkan, pembayaran THR paling lamban dilaksanakan H-7 Lebaran. Untuk pekerja yg saat kerjanya 1 tahun atau lebih, besaran THR sekurang-kurangnya 1 kali penghasilan. Disamping itu, untuk pekerja yg saat kerjanya kurang dari 1 tahun besaran THR dibayar dengan cara seimbang.

” THR dibayarkan berbentuk uang, bukan barang, ” kata Rusdi.

Rusdi pun menghimbau untuk pekerja yg menemukannya pelanggaran bisa melapor ke Posko Pengaduan THR agar dapat ditindaklajuti. Untuk pekerja yg bergabung dalam serikat pekerja perusahaan bisa melapor terhadap serikat pekerja yg bakal dilanjutkan ke tingkat federasi sampai konfederasi.

Untuk penduduk umum, bisa melapor langsung terhadap KSPI lewat posko pengaduan THR yg menyebar di 34 Propinsi.

About penulis77