Home / Berita Umum / Gempa Bumi Menempa Lombok

Gempa Bumi Menempa Lombok

 Gempa Bumi Menempa Lombok РMulai banjir bandang di Sentani Papua pada Sabtu (16/3/2019).

Sampai gempa bumi yang menempa Lombok, Minggu (18/3/2019).

1. Gempa bumi menempa Lombok

Keadaan rumah masyarakat yang rusak berat karena guncangan gempa di Kota Selong Kabupaten Lombok Timur, NTB, Minggu (17/3/2019) siang.
Keadaan rumah masyarakat yang rusak berat karena guncangan gempa di Kota Selong Kabupaten Lombok Timur, NTB, Minggu (17/3/2019) siang. (HANDOUT)
Tubuh Meteorologi, Klimatologi, serta Geofisika (BMKG) mencatat 2x gempa mengguncang Lombok pada Minggu (17/3/2019) tempo hari.

Berkaitan dengan gempa, Kepala Humas serta Info Tubuh Nasional Penanggulangan Musibah (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, bila sekitar 499 rumah rusak.

Hal tersebut Sutopo jelaskan lewat satu posting photo komplet dengan captionnya.

Sutopo memberikan, dua masyarakat Malaysia wafat di lokasi Air Terjun Tiu Kelep.

Selain itu, 44 orang alami luka-luka karena gempa di Lombok, tempo hari.

“Efek gempa 5,4 SR di Lombok Timur : 2 orang wafat, 44 orang luka-luka, 32 unit rumah rubuh”

2. Banjir Bandang Menempa Sentani Papua

Korban banjir bandang yang menempa Sentani, Jayapura, Papua selalu bertambah.
Korban banjir bandang yang menempa Sentani, Jayapura, Papua selalu bertambah. (ACT)
Hujan lebat yang mengguyur daerah Jayapura sudah mengakibatkan banjir bandang di Kecamatan Sentani Kabupaten Jayapura Propinsi Papua, Sabtu (16/3/2019) jam 21.30 WIT.

Lebih, dari info pertama jumlahnya korban dari 3 orang, sekarang banyaknya telah sampai 73 orang.

Info korban kali pertamanya langsung beredar lewat cuitan dari Kepala Humas serta Info Tubuh Nasional Penanggulangan Musibah (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

Lewat account sosial media twitternya @Sutopo_PN, menulis, banjir menempa sembilan kecamatan serta mengakibatkan tiga orang wafat.

Sekarang laporan paling baru tunjukkan, korban banjir telah sampai 73 orang.

Hal tersebut sesudah mencuplik dari kompas.com, pada Senin (18/3/2019).

Dari 73 orang sebagai korban itu, 66 orang dikatakan wafat.

Berdasar pada sumber data sesaat Posko Induk Penanggulangan Musibah di Kantor Bupati Jayapura, untuk korban meninggal karena banjir bandang yang berlangsung di Kabupaten Jayapura sejumlah 66 orang.

Untuk korban wafat karena tanah longsor di Ampera, Kotamadya Jayapura sejumlah 7 orang.

Korban yang belumlah diketemukan sejumlah 43 orang yang menyebar di Kampung Milimik Sentani sejumlah 34 orang, Kompleks Perumahan Inauli Advent 6 orang, serta Doyo Baru 3 orang.

Sesaat untuk jumlahnya pengungsi sampai 4.153 jiwa.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal menjelaskan, tidak tutup peluang jumlahnya korban bertambah.

3. Banjir Menempa Yogyakarta

Di Kabupaten Bantul, diadukan dua masyarakatnya wafat karena banjir serta tanah longsor ini.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto menjelaskan, korban wafat karena banjir atas nama Painem masyarakat Karangtengah, Imogiri, sedang korban wafat sebab longsor ada di Pajimatan, Imogiri.

“Ada dua orang yang wafat karena banjir di Kabupaten Bantul, yakni Ibu Painem masyarakat Karangtengah, Imogiri, serta seseorang yang lain di Pajimatan, Imogiri, sebab terdampak longsor,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto waktu dihubungi Kompas.com, Senin (18/3/2019) pagi.

About admin