Home / Berita Umum / Pemandangan Sampah Plastik Di Sungai-Sungai Ibu Kota

Pemandangan Sampah Plastik Di Sungai-Sungai Ibu Kota

Pemandangan Sampah Plastik Di Sungai-Sungai Ibu Kota  РIbu Kota Negara ini membuahkan 7 ribu ton sampah sehari-harinya. Akan tetapi beberapa sampah tercecer ke sungai serta pada akhirnya melarung ke laut Jakarta.

Tragisnya, sampah-sampah yang mengalir di kali bukan semua adalah sampah yang gampang terurai. Panorama plastik mengapung di sungai jantung kota bukan perihal yang baru. Akan tetapi apakah tindakan masyarakat untuk hentikan panorama lama itu? Menurut orang yang sehari-harinya mengurus sampah ini, malah masyarakat Jakarta yang seringkali buang sampah ke sungai.

“Jika sampah plastik, itu umumnya bukan kiriman. Itu sampah (dari masyarakat) Jakarta, (sedang) yang dari Bogor bukan sampah masyarakat, tetapi seperti bambu, kayu-kayu,” kata Jumari (52) sambil memandang plastik-plastik yang mengapung di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Senin (19/11/2018). Jumari ialah petugas kebersihan dari Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) Tubuh Air Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat.
Sampah-sampah yang berada di pintu air Manggarai ini didominasi oleh sampah plastik, seperti tempat makanan memiliki bahan styrofoam sampai plastik bungkus minuman dan makanan. Sejumlah besar ketahan oleh alat penyekat sampah sungai atau HDPE (High Density Polyethelene).

Kepala Unit Pelaksana Tubuh Air Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat, Rohmat, menuturkan ada satu sampai dua truk yang mengangkat sampah dari Pintu Air Manggarai ini. Akan tetapi jika banjir, dapat ada seratusan truk yang mengangkat sampah serta membawanya ke Tempat Pengendalian Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi.
Jika hari tidak hujan, jadi sampah yang menguasai ialah type plastik. Akan tetapi jika musim penghujan, sampah yang menguasai ialah bambu serta ranting pohon. Ia lalu menuturkan utamanya Pintu Air Manggarai ini menjadi filter sampah agar tidak sampai mengalir ke laut Jakarta.

“Pintu air ini dapat disebut titik yang penting. Titik penimbunan sampah jika hujan, ya di Manggarai ini,” kata Rohmat.
Berdasar pada data Tubuh Pusat Statistik (BPS) pada 2016, Jakarta membuahkan 7.009,08 mtr. kubik sampah /hari. Mengenai volume sampah yang terbawa sekitar 6.016,30 mtr. kubik /hari. Prosentase sampah yang terbawa ialah 84%. Diantara yang terbawa, ada 2.748,90 mtr. kubik sampah anorganik.

Masalah sampah plastik di laut tengah disorot selesai paus sperma mati di Wakatobi dengan penemuan sampah plastik di perutnya. Ditambah lagi, Indonesia ikut masih tetap disorot dunia sebab jadi negara kontributor sampah plastik di lautan, nomer dua paling banyak sesudah China.
Kami lalu mendekat mengarah laut, persisnya di Muara Angke, Jakarta Utara. Ada nelayan bernama Broto (56) yang tinggal di Jalan Dermaga Ujung 2. Ia tetap melihat sampah mengalir di Kali Dingin serta pada akhirnya ke laut. Sampah beragam rupa itu mengendap sampai membuat dangkal muara. Sampah ikut mengganggu kegiatan nelayan kecil.

“Begitu mengganggu. Jika perahu melalui, lantas (sampahnya) terkena baling-baling kapal, patah tentu. Tentu rusak,” kata Broto.
Saya berjalan ke dermaga Pelabuhan Perikanan Muara Angke. Ada Kapal Motor (KM) Laut Bersih yang tengah bongkar muatan sampah. Kapal oranye lusuh ini barusan berkeliling-keliling memunguti sampah di ruang laut Jakarta.

Cuaca panas membuat siapa saja basa bercucuran keringat. Akan tetapi petugas kebersihan terlihat tidak sangsi untuk lakukan tugasnya, punyai urusan dengan barang kotor ini. Plastik tampak menguasai bak sampah.

About admin