Home / Berita Umum / Polres Grobokan Berhasil Menangkap Dua Orang Pelaku Pembobolan Dan Pencurian Di Gedung Sekolah

Polres Grobokan Berhasil Menangkap Dua Orang Pelaku Pembobolan Dan Pencurian Di Gedung Sekolah

Polres Grobokan Berhasil Menangkap Dua Orang Pelaku Pembobolan Dan Pencurian Di Gedung Sekolah – Polres Grobogan menangkap dua orang pemeran pencurian yang membobol gedung sekolah basic di kabupaten setempat. Banyak pemeran umum beroperasi teristimewa di gedung sekolah.

” Polisi sudah menangkap pemeran pencurian di sekolah yang ada pada lokasi Grobogan, ” kata Kapolres Grobogan, AKBP Choiron El Atiq selagi pada wartawan di kantornya, Senin (7/5/2018) .

Pemeran merupakan Eko Febriyanto (35) , warga Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon serta Setu (50) , warga Desa Crewek, Kecamatan Kradenan. Satu pemeran beda waktu ini dalam pengejaran.

Menurut dia, polisi diawalnya beroleh laporan warga Dusun Pulorejo, Desa Kalisari, Kecamatan Karangrayung, Grobogan. Laporan terkait pencurian di SDN 3 Kalisari, Desa Kalisari, Kecamatan Kradenan, Grobogan.

Dengan barang yang dicuri merupakan duwit infak sekolah Rp 2 juta, serta satu organ musik. Polisi segera bergerak ke tempat. Tak lama setelahnya, polisi memburu beberapa pemeran. Tersangka pertama yang ditangkap merupakan Setu.

Dua pemeran pencurian spesialis gedung sekolah di Grobogan. Dua pemeran pencurian spesialis gedung sekolah di Grobogan. Photo : Akrom Hazami/detikcom

Selagi itu, Setu tengah tawarkan satu unit laptop di salah satunya warung kopi di Desa Banjarsari. Dikarenakan syak wasangka, polisi menangkapnya. Setu menyadari apabila laptop yang di jual merupakan hasil curiannya di salah satunya SD di Kecamatan Toroh.

” Selesai pemeran Setu tertangkap, kami memohon Setu menelepon kawannya, Eko. Saat Eko tiba, polisi segera mengamankannya, ” terangnya.

Keduanya dibawa ke Mapolsek Kradenan. Selama saat pengecekan, keduanya mengakui juga melaksanakan pencurian di SDN 3 Kalisari.

” Tersangka juga melaksanakan pencurian di SDN 3 Grobogan, ” tangkisnya selanjutnya.

Pemeran di tangkap, tersebut tanda untuk bukti, yaitu proyektor, laptop, sepeda motor buat operasi, obeng, serta organ musik. Tiap kali beraksi, ke-2 mempunyai manfaat beda. Eko Febriyanto bertindak menjadi eksekutor, dan Setu bertindak menjadi anjuran jalan.

” Rekan saya yang memberitakan tempatnya. Sedang saya yang masuk ke sekolah buat ambil barang yang ada, ” ungkap Eko.

Diakuinya beraksi sembilan kali di SD lokasi Kecamatan Kradenan. Tersangka menentukan mengambil di SD dikarenakan tiada penjaganya.

About admin