Home / Berita Umum / Usaha Beri Dukungan Gatot dI Jalankan Grup Relawan Itu Dengan Menyambangi Partai-Partai Politik

Usaha Beri Dukungan Gatot dI Jalankan Grup Relawan Itu Dengan Menyambangi Partai-Partai Politik

Usaha Beri Dukungan Gatot dI Jalankan Grup Relawan Itu Dengan Menyambangi Partai-Partai Politik – “Cuma ayah (Jenderal Gatot) belumlah juga dapat diganggu dahulu, ” papar Rama Yumatha, Ketua Umum Relawan Selendang Putih Nusantara kala saya bertanya agenda jenderal purnawirawan Gatot Nurmantyo, termasuk juga memintanya menopang bikin janji wawancara.

“Lewat ajudannya atau mungkin dengan saya juga dapat, ” kata Rama.

Grup yg diketuai Rama itu ialah serangkaian relawan simpatisan Gatot Nurmantyo jadi capres 2019. Dulunya ialah komune seni yg berdiri pada 1998 serta sudah sempat beri dukungan mendiang Abdurrahman Wahid berubah menjadi capres. Kala nama Gatot muncul dalam sigi instansi survey, Relawan Selendang Putih Nusantara bangun lagi dengan memberitahukan diri beri dukungan bekas panglima TNI itu berubah menjadi presiden pada Januari 2018.

Usaha beri dukungan Gatot dijalankan grup relawan itu dengan menyambangi partai-partai politik, baik Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, serta Partai Demokrat. Paling akhir, barisan simpatisan jenderal 212 ini mendatangi Partai Berkarya garapan Hutomo Mandala Putra atau akrab dipanggil Tommy Soeharto.

” Kami buka komunikasi dengan partai politik serta menyodorkan nama Jenderal Gatot, ” kata Rama, yg mengkliam grup relawan itu sejumlah tiga juta orang serta menyebar di 34 propinsi di Indonesia.

Terakhir, komunikasi dengan ke-tiga partai itu surut, namun kencang ke partai-partai kecil. “Kalau dengan PBB (Partai Bulan Bintang) serta Berkarya masihlah berkomunikasi, ” papar Rama.

Sekalinya demikian, mendekati tenggat pendaftaran pasangan capres serta wapres pada 10 Agustus 2018, nama Gatot perlahan-lahan hilang dari pembicaraan jagat politik tanah air. Gatot sekian kali keluar di media sesudah ia menggunggah statusnya di medsos. Menurut Rama, Jenderal Gatot masihlah menanti perubahan politik yg masihlah dinamis mendekati pendaftaran pasangan calon di KPU.

“Bapak masihlah menanti. Sebab saat ini elite partai tengah repot, ” papar Rama.

Sekian kali kami kirim pesan terhadap Gatot lewat nomer telephone selulernya, namun bekas Panglima TNI ini gak menanggapi keinginan wawancara. Pada Minggu, 5 Agustus terus, Gatot kirim satu pesan lewat aplikasi WhatsApp. Pesan itu berisi tulisan mengenai Ustaz Abdul Somad.

“Copas dari sisi. Nada dari keluarga UAS, ‘Ustad tengah shalat, tolong janganlah ribut, ” demikian isi pesan Gatot terhadap kami.

Gerilya Ke Partai politik Politik
Sesudah mencopot jabatannya jadi Panglima TNI pada Desember 2017, Gatot Nurmantyo sekian kali menjumpai beberapa pejabat parpol.

Pertama, Gatot menjumpai Megawati Soekarnoputri, lalu Susilo Bambang Yudhoyono, serta paling akhir Prabowo Subianto. Menurut Gatot, pertemuan itu adalah silahturahmi juga sekaligus mengatakan terima kasih sebab partai mereka sempat beri dukungan dia berubah menjadi Panglima TNI.

Kecuali menjumpai tokoh dari tiga poros itu, terakhir Gatot semakin sungguh-sungguh bertandang ke parpol sesudah ia sah pensiun pada Maret 2018. Gatot di ketahui sempat bersua dengan elite Partai Amanat Nasional serta mengulas ketertarikannya maju dalam Pemilihan presiden 2019. Namanya lantas sudah sempat dijagokan akan dijagokan dengan Zulkifli Hasan, Ketua Umum PAN.

Terakhir, ide menduetkan Gatot serta Zulkifli Hasan menipis sejalan PAN tergabung dalam ” konsolidasi keumatan ” yg terima hasil ijtima politik ulama yg jagokan Prabowo jadi capres, dengan menimbulkan referensi dua nama pendamping jadi calon wakil presiden : Salim Segaf Al-jufri dari PKS serta Ustaz Abdul Somad.

“Dia ada silaturahim, berdiskusi, mana tahu ada jalan yg baik. Kedengarannya Pak Gatot minat (maju Pemilihan presiden), ” papar Saleh Partaonan Daulay, Wakil Sekretaris Jenderal PAN terhadap Tirto, 3 Agustus waktu lalu.

Saleh menuturkan sesudah hasil Ijtima Ulama itu, PAN pertimbangkan nama Ustaz Abdul Somad buat diusung dalam Pemilihan presiden 2019. Walau demikian, ia mengatakan, PAN mengutamakan kadernya diusung dalam Pemilihan presiden 2019.

“Kami masihlah mengutamakan Pak Zulkifli Hasan dapat di terima, ” papar Saleh.

Di Partai Gerindra, wawasan nama Gatot juga muncul sesudah ia mengerjakan pertemuan dengan Prabowo Subianto. Terakhir, sesudah Prabowo menjelaskan diri maju dalam Pemilihan presiden 2019, nama Gatot mulai gak disebut-sebut dari internal Partai Gerindra. Ditambah lagi, Gerindra juga memperhitungkan nama baru yg diusung dalam ” konsolidasi keumatan “.

” Nama Pak Gatot memang sudah sempat diperhitungkan, ” papar Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria terhadap Tirto.

Namun saat ini kondisi politik beralih sesudah Ijtima Ulama yg menyebutkan lewat cara gamblang jika Prabowo jadi capres 2019.

Sesaat di PKS, nama Gatot sempat pula muncul jadi figur yg diperhitungkan buat diusung dalam Pemilihan presiden 2019. Bahkan juga, Gatot memiliki rencana menjumpai elite PKS di kantor mereka. Tetapi, Gatot gak menghadiri pertemuan dengan elite PKS serta justru mengutus ajudannya buat menjumpai Presiden PKS Sohibul Iman.

Terakhir, nama Gatot menipis jadi figur yg akan dijagokan dalam Pemilihan presiden 2019 oleh PKS. Selesai Ijtima Ulama, partai dakwah ini malahan bergerilya jagokan kadernya Salim Segaf Al-Jufri, Ketua Majelis Syuro PKS.

“Jadi kami sudah sepakat buat mengawal ijtima ulama itu, ” papar Ledia Hanifa, Ketua DPP PKS, terhadap Tirto.

Usaha melobi parpol buat mengangkut Gatot dalam Pemilihan presiden 2019 lantas berbuntut buntu. Partai politik gak lewat cara tegas akan mengangkut jenderal yg diketahui miliki basis massa muslim konservatif ini dalam Pemilihan presiden. Pada April 2018, isyarat parpol belumlah ingin meminangnya jadi calon dalam Pemilihan presiden sudah sempat diutarakan Gatot.

” Semua menyaksikan kondisi, ” kata Gatot, 25 April waktu lalu. Tetapi ia percaya kondisi itu masihlah dapat beralih saat pendaftaran yg di buka sampai akhir 10 Agustus 2018.

“Semua dapat beralih sebab politik itu yg mustahil dapat berubah menjadi bisa saja, ” papar Gatot, diplomatis.

About admin