Warga Cihaurgeulis Bandung Sihir Sampah Jadi Pupuk Hingga Tas

Agen Casino

Warga Cihaurgeulis Bandung Sihir Sampah Jadi Pupuk Hingga Tas – Kelurahan Cihaurgeulis sebagai salah satunya lokasi percontohan program Kang Pisman dari 151 kelurahan di Kota Bandung. Kelurahan yg punyai 12 RW serta 68 RT ini, udah menempatkan pembelahan sampah di tiap-tiap rumah tangganya. Gak bertanya-tanya, apabila tiap-tiap masyarakatnya punyai kreatifitas yg tinggi dalam memakai sampah.

Lurah Cihaurgeulis, Juju, mengemukakan sampah di Kelurahan Cihaurgeulis yg terbuangnya cuma lebih kurang 15-20 prosen serta bekasnya udah terpisahkan sendiri dalam rumah penduduk semasing.

” Hampir 80% semua penduduk di kelurahan ini udah menempatkan Kang Pisman, kurangi, memisahkan serta memakai sampah, ” kata Juju, Minggu (14/7/2019)

Seperti yg dilaksanakan di RW 07 Kelurahan Cihaurgeulis, sampah organik udah dipisah sendiri serta mereka taruh di satu wadah yg setelah itu bakal jadikan kompos dengan sistem bata terawang serta drum komposter.

” Jadi ada relawan pengangkut sampah organik yg bakal ngambil ke rumah-rumah, kan masyarakatnya telah misahin sendiri, lalu dihimpun di sini (pusat aktivitas kang pisman) tiap-tiap Senin serta Kamis. Kelak kami pilah mana yg dapat langsung masuk bata terawang, mana yg gak. Bila yg gak itu kebanyakan sampah sayuran yg besar yg butuh dipotong-potong biar lebih ringan pembusukannya, ” kata Ketua RW 07 Kelurahan Cihaurgeulis, Russell.

Waktu yg diperlukan buat panen kompos lebih kurang 2 bulan dimulai dari sampah organik dimasukkan ke bata terawang serta drum komposter. Kedepannya, pupuk kompos itu dimanfaatkan penduduk buat menanam sayuran, buah, bunga serta tanaman yang lain. Gak bertanya-tanya apabila RW 07 ini punyai banyak tanaman yg subur.

” Hasil pemanenan kompos dijemur dahulu hingga lumayan kering. Habis itu diayak, setelah itu dipisahin kompos yg lembut serta kasar. Bila yg lembut langsung dapat jadi media pembibitan tanaman organik, bila yg kasar buat tanaman stek kebanyakan, ” sambungnya.

Lain perihalnya dengan yg dilaksanakan Ketua Pokja 3 Cihaurgeulis, Sri Asih. Dengan kreativitasnya, dia memakai tiap-tiap sampah anorganik berubah menjadi barang yg berfaedah. Seperti sisa bungkus kopi, sabun, keresek serta semacamnya jadikan tikar, celemek, busana, tas serta kerajinan tangan yang lain.

” Bila sampah dipakai secara baik, nilai nya lantas berganti jadi tinggi serta lebih dihargai, ” kata Sri Asih (57) kala ditemui detikcom di huniannya di RW 06 Kelurahan Cihaurgeulis.

Sri memberikan kalau memakai sampah itu begitu ringan. Hanya cukup dengan modal gunting serta haken, dia bisa mengedit semua sampah plastik berubah menjadi barang berfaedah. Tiap-tiap sampah plastik dia mengumpulkan, lalu dibuat bersih serta siap dikreasikan. Sri pun kerap mengedukasi kader-kader RW disekitarnya, berikan ilmunya dalam mendaur kembali sampah anorganik serta berubah menjadi contoh untuk penduduk lebih kurang.

Sejumlah penduduk di sini pun membuat sampah jadi ‘sedekah sampah’ melalui langkah berikan sampah yg udah dibuat bersih terhadap tukang sampah buat dapat dipasarkan kembali.